Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Warga Bengkulu terhadap Kenaikan Harga
Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Warga Bengkulu terhadap Kenaikan Harga
BENGKULU— Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Kota Bengkulu. Dampak yang paling dirasakan adalah potensi kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok akibat gejolak harga minyak dunia, Minggu (19/4/2026).
Situasi konflik di Timur Tengah tersebut berpengaruh terhadap stabilitas harga minyak dunia. Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi dinilai rentan terhadap dampak tersebut, termasuk daerah seperti Bengkulu.
Sejumlah mahasiswa di Bengkulu mengaku mulai merasakan dampak dari kondisi global tersebut, terutama dalam pengeluaran sehari-hari.
Minda (20), mahasiswa, mengatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.
“Sebagai mahasiswa perantau, pengeluaran jadi lebih besar. Harga makan dan kebutuhan harian perlahan naik,” ujarnya saat ditemui
Sementara itu hal serupa disampaikan oleh Rina (20), mahasiswa “Meskipun konflik itu jauh, tapi dampaknya sampai ke sini. Kami jadi harus lebih mengatur keuangan,” katanya.
Pada akhirnya, dampak Perang Iran vs Amerika terbaru akan terasa di kehidupan sehari-hari. Harga BBM naik berarti ongkos transportasi meningkat. Harga pangan naik berarti belanja bulanan membengkak. Nilai tukar melemah berarti harga barang impor semakin mahal.
Dokumentasi
Minda Mahasiswa
Rina Mahasiswa
Sumber:
https://www.lbs.id/publication/berita/panas-7-dampak-perang-iran-vs-amerika-yang-bikin-ekonomi-indonesia-waswas